| Warek I IIQ An Nur Yogyakarta menyampaikan arahan kepada calon wisudawan ke-18 |
Contradixie, Yogyakarta – Wakil Rektor I Institut Ilmu Al-Quran (IIQ) An Nur Yogyakarta Dr. Lina,
M.Pd menegaskan bahwa ukuran keberhasilan mahasiswa baru bisa diukur setelah lulus.
Hal ini ia sampaikan dalam acara pembekalan wisudawan program sarjana IIQ An
Nur Yogyakarta pada Kamis (10/9) di auditorium utama kampus.
Lina meyakini, kehidupan di kampus adalah pemanasan.
“Di kampus itu pemanasan. Pemanasan untuk kehidupan yang sesungguhnya, yaitu di
masyarakat nanti, setelah lulus,” tegasnya.
Salah satu yang menjadi ukuran keberhasilan
mahasiswa di masyarakat adalah akhlak. Yang paling bisa dilihat oleh masyarakat
dari seorang lulusan perguruan tinggi bukan ilmu, tapi akhlak. Sebab itu,
menurut Lina, ilmu tidak bisa tidak dilengkapi dengan akhlak.
“Ini sangat penting. Kita perlu menjaga ilmu
dengan akhlak, tunjukkan bahwa kalian adalah alumni IIQ An Nur yang berakhlak
baik. Ingat! Inilah yang dilihat masyarakat,” tegasnya.
Lina menambahkan, akhlak berhubungan erat dengan pengabdian. Ketika lulusan perguruan tinggi bisa berkontribusi di masyarakat dan mendapatkan penerimaan yang baik, maka di situlah sebenarnya ia memiliki akhlak yang baik.
“Yang ingin saya sampaikan di sini adalah bahwa lulus tidak menandakan proses belajar selesai. Belajar tidak ada selesainya. Jangan berhenti belajar dan jangan pernah,” katanya.
Di hadapan sekitar 150 calon wisudawan, Lina pun mengingatkan bahwa semua pihak perlu selalu menjaga nama baik almameter. “Jadilah alumni yang berilmu, berakhlak, dan berdampak untuk masyarakat,” pungkas dalam acara bertema “From Quran to Contribution: Membaca Nilai Al-Quran dari Pesantren ke Dunia Profesional.”
Penting dicatat, acara ini merupakan bagian dari dari rangkaian acara wisuda IIQ An Nur Yogyakarta ke-18 yang puncaknya pada Sabtu (12/9). Hadir di sini konten creator Maulidya Putri Aji sebagai narasumber.
