UdArtikel #6 Akan Bedah Dinamika Keberagamaan dalam Gim Daring

 


Contradixie, Yogyakarta – Dalam edisi UdArtikel #6 kali ini, Contradixie mengulas artikel berjudul “Gaming Religionworlds: Why Religious Studies Should Pay Attention to Religion in Gaming” karya Heidi A. Campbell, Rachel Wagner, Shanny Luft, Rabia Gregory, Gregory Price Grieve, dan Xenia Zeiler. Artikel ini menantang anggapan bahwa agama dan gim digital berada di dua dunia yang terpisah. Ia berangkat dari kenyataan bahwa gim telah menjadi bagian penting dari budaya populer global, sekaligus ruang simbolik tempat makna, nilai, dan imajinasi kolektif—termasuk yang bersifat keagamaan—diproduksi dan disebarkan.

Melalui contoh narasi, ritual virtual, dan pengalaman bermain yang bersifat partisipatif, para penulis menunjukkan bahwa agama tidak hanya direpresentasikan dalam gim, tetapi juga dihidupi dan dimainkan. Pemain tidak sekadar menjadi penonton simbol-simbol religius, melainkan terlibat aktif dalam tindakan yang menyerupai ritual, pengambilan keputusan moral, hingga pembentukan identitas. Di titik ini, batas antara hiburan, praktik kultural, dan pengalaman religius menjadi semakin kabur.

Ulasan Contradixie mengajak pembaca untuk melihat implikasi akademik dari argumen tersebut: jika studi agama ingin tetap relevan, ia perlu memperluas medan kajinya ke dunia digital dan budaya populer. Gim digital bukan sekadar fenomena pinggiran, melainkan arena penting untuk memahami bagaimana iman, makna, dan yang sakral dinegosiasikan dalam kehidupan kontemporer.

Program ini akan digelar pada Jumat, 23 Januari 2026 melalui Zoom Meeting yang tautannya akan kami bagikan melalui akun Instagram Contradixie. Pemantik dari diskusi adalah pengajar di UIN Sunan Ampel Surabaya Iqomah Richtig. Adapun untuk file artikel yang didiskusikan bisa diunduh di sini.

 

Comments

Popular Posts