Tafsir di Persimpangan Zaman: Tradisi, Hermeneutika, dan Modernitas
|
Judul |
Tafsir di Persimpangan Zaman:
Tradisi, Hermeneutika, dan Modernitas |
|
Penulis |
Mukminun |
|
Penerbit |
CV Kontradiksi Indonesia Grup |
|
Tebal |
vi + 99 halaman |
|
Tahun |
2026 |
|
Harga |
- |
Contradixie,
Katalog— Buku
ini mengkaji dinamika penafsiran Al-Qur’an sebagai proses yang tidak pernah
lepas dari sejarah, tradisi keilmuan, dan perubahan zaman. Berangkat dari
kesadaran bahwa Al-Qur’an adalah teks ilahi yang hadir dalam realitas manusia,
penulis menelusuri bagaimana tafsir berkembang sejak masa Nabi, generasi awal
Islam, hingga terbentuknya tradisi klasik yang sistematis dan kaya metodologi.
Melalui
pembahasan terhadap metode-metode tafsir—baik berbasis riwayat (ma’tsur)
maupun rasional (ra’yi)—buku ini menunjukkan bahwa penafsiran selalu
berada dalam kerangka otoritas ilmiah, sanad, dan disiplin keilmuan yang ketat.
Namun, memasuki era modern, tafsir menghadapi tantangan baru berupa
sekularisasi, rasionalitas, serta tarik-menarik antara fundamentalisme dan
liberalisme, yang memunculkan krisis dalam cara membaca Al-Qur’an.
Sebagai
respons, buku ini menawarkan pendekatan hermeneutika dan kontekstual sebagai
upaya menjembatani wahyu dengan realitas sosial kontemporer. Dengan
memanfaatkan konsep seperti double movement dan hierarki nilai,
penafsiran diarahkan untuk menggali prinsip moral universal Al-Qur’an sekaligus
merumuskan relevansinya dalam isu-isu modern seperti keadilan, gender, dan
lingkungan.
Di
era digital, ketika otoritas tafsir semakin terdistribusi dan rentan terhadap
simplifikasi, buku ini menegaskan pentingnya pembacaan yang dewasa, kritis, dan
bertanggung jawab. Pada akhirnya, tafsir diposisikan bukan sekadar sebagai
aktivitas intelektual, tetapi sebagai jalan etis yang menghubungkan kesucian
wahyu dengan kompleksitas kehidupan manusia di tengah arus modernitas.



Comments
Post a Comment