Sejak
ruang-ruang publik semakin menipis jumlahnya sementara kebutuhan warga semakin
meningkat untuk akses pada ruang terbuka yang gratis, maka warung kopi menjadi pilihan
paling masuk akal untuk bersua, berjumpa, mewujudkan agenda, atau sekadar
menghabiskan waktu—baik bersama kerabat maupun sendirian. Sekalipun tidak gratis, tapi fasilitas yang disediakan memang menjadi daya
tukarnya.
Aku sempat
berada pada pemikiran bahwa warung kopi di Blitar tidaklah sebanyak di
kota-kota lain. Padahal belum sempat mencoba mencari
terlalu jauh, namun aku sudah membuat kesimpulan lebih dulu. Benar bahwa aku
pernah mengunjungi beberapa warung kopi di Blitar, baik di daerah kota maupun
kecamatan, dan sebagian besar di antaranya selalu kukunjungi berulang-ulang,
namun bukan berarti itu membuktikan sebaliknya. Justru itu seperti menekankan
bahwa memang hanya ada sedikit saja café di Blitar yang asik dikunjungi untuk
sekadar nongkrong biasa.
Beberapa tahun lalu aku sudah sempat
menulis beberapa ulasan tentang tempat-tempat ngopi di Blitar yang menurutku
layak dikunjungi, namun semua itu berhenti hingga begitu lama. Tepatnya baru
kulanjutkan lagi kurang dari seminggu ini. Semata karena merasa bahwa warung
kopi di Blitar tidak bisa lagi disebut sedikit. Jumlahnya semakin banyak,
alternatif untuk duduk-duduk santai sudah memadai, maka tidak ada salahnya aku
berusaha memetakan mereka kembali. Mungkin bukan memetakan, tapi sekadar mencatatnya
untuk dapat mengingat bahwa aku pernah menjejakkan kaki di sana.
Pertemuan dengan Kedai Klaras, kedai kopi
baru yang kemunculannya masih sangat belia, sebenarnya hanya kebetulan. Saat tengah
membuka-buka media sosial dan dapat informasi bahwa ada warung kopi baru lahir
nih di Blitar. Melihat sudut-sudut ruangnya yang warna-warni, menú-menunya yang
bikin ngiler, lokasinya yang strategis, aku tidak mau menunda-nunda lagi.
Aku tiba di kedai ini sebelum setengah empat
sore, pengunjung sudah lumayan banyak, tapi masih banyak juga tempat duduk yang
kosong. Aku memilih duduk di bagian samping, atau sebut saja área outdoor,
yang memiliki dua tipe tempat duduk. Ada sofa biru dengan kapasitas 4 orang,
juga ada kursi santai dengan kapasitas dua orang. Semuanya nyaman, semuanya
sangat cantik ketika dijadikan objek foto.
Sempat mengambil beberapa foto, baik foto
diri maupun objek-objek yang nantinya akan dimuat di konten. Jujur sangat
senang karena hasil jepretannya tidak ada yang jelek. Terutama foto-foto yang
diambil dengan latar genteng berwarna merah (atau oren), terlalu memuaskan. Aku
sangat merekomendasikan siapa pun yang nantinya berkunjung ke Kedai Klaras
untuk tidak lupa mengambil foto di spot tersebut. Dijamin foto kalian akan terlihat
lebih estetik, lebih cerah, lebih memukau.
Bagi yang ingin berkunjung ke tempat ini
dan punya agenda lain semisal lari sore—sebagaimana yang saya lakukan, maka itu
pilihan yang sangat tepat. Karena Kedai Klaras ini hanya sekitar 400 meter dari
Kebon Rojo. Jadi sembari menunggu makanan yang kalian pesan datang, atau agak
dingin, kalian bisa banget berlari barang sebentar memutari área Kebon Rojo.

.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)



.jpeg)


.jpeg)

.jpeg)

