Seperti namanya, barangkali Konéksi Kopi memang punya cara tersendiri untuk membuat pengunjungnya merasa memiliki ikatan setiap kali selesai nongkrong di tempat ini. Aku mengenang-ngenang masa ketika masih tinggal di Bacem, sebuah desa yang nyaris berada di perbatasan Blitar-Kediri.
Malam itu aku baru pulang dari rumah sakit setelah melakukan pemeriksaan. Melihat sebuah tempat nongkrong yang cukup ramai dan berada di tepi jalan, aku memutuskan untuk mampir. Ternyata menunya banyak, baik minuman maupun makanan. Aku menghabiskan beberapa jam duduk di sana, menghadap ke arah jalan raya, sembari mengobrol dengan pasangan.
Aku kembali berkunjung ke Konéksi sepekan lalu untuk sebuah agenda bersama teman-teman. Kami mengadakan diskusi buku karya penulis Korea Selatan, Han Kang, di sore yang syahdu disertai rintik hujan di luar.
Pegawainya ramah-ramah. Ada yang dengan sigap membantu kami menyatukan dua meja agar muat untuk kami gunakan berenam. Meja terlebih dahulu dibersihkannya karena sebelumnya baru saja digunakan oleh orang lain. Kami hanya perlu duduk santai, menunggu semuanya dibereskan oleh sang pegawai.
Ada ruang outdoor pada bagian dalam yang dikelilingi tanaman. Sudut ini menjadi bagian favorit ketika mengambil gambar. Bahkan saat magrib sudah tiba, langit yang baru saja selesai meneteskan hujan, namun hasil foto-foto kami tetap cerah dan estetik.
Untuk Konéksi 2 kebetulan aku belum sempat berkunjung. Letaknya masih di jalan yang sama dengan Konéksi 1, tinggal memilih ingin terkoneksi dengan warung kopi yang mana.




.jpeg)
.jpeg)


