Tibal Garden: Salah Satu Warung Kopi Paling Ramah Anak di Blitar

Contradixie
0

 


Kemarin malam baru saja selesai mengikuti ujian bahasa Spanyol level A2.1. Terhitung sudah setahun lebih dapat kesempatan untuk belajar secara gratis di Ngobrol Yuk. Saya tidak tahu sampai kapan beasiswanya akan saya dapatkan, tapi selagi diberi kesempatan, maka akan saya manfaatkan sebaik mungkin.

Semuanya tidak akan berjalan lancar tanpa kesediaan dua orang, yaitu Aya dan bapaknya untuk menghindar dari rumah setiap kali (dua kali dalam sepekan) mamanya ada kelas.

Oleh karena itu hari ini saya mengajak mereka berdua untuk nyore di Tibal Garden, memesan makanan dan minuman kesukaan masing-masing, dan biarkan saya yang bayar. Hanya ingin berterima kasih karena mereka selalu senang tiap kali mendengar bahwa saya lolos ke level selanjutnya. Padahal itu berarti 3 jam dalam sepekan waktu mereka harus terpisahkan dari saya.



Tibal Garden adalah salah satu warung kopi di kota Blitar yang banyak dikunjungi terutama oleh orangtua yang memiliki anak. Suasananya asri, sejuk, dan yang paling penting adalah banyak sarana bermain buat anak-anak. Bisa bermain pasir-pasiran dengan beberapa mainan mobil-mobilan yang disediakan, bisa memancing-mancing ikan mainan di kolam kecil yang tersedia, bisa juga melihat-lihat kelinci di kandang, atau sekadar manjat-manjat bukit sambil lari-larian. Belum lagi menunya sudah ada gelato, jadi anak kecil bisa tetap ikutan pesan jajanan sesuai kesukaannya.



Yang menarik karena ada banyak anak-anak lain yang juga bermain, jadi misal orangtua hanya bawa satu anak, tetap si anak tidak akan kebingungan bermain sendiri. Karena akan dengan mudah bertemu dengan kawan baru yang bisa jadi pasangan bermain. Saat anakku mulai ikut bergabung dengan anak-anak lain kemarin, di situlah dia mulai terbawa arus (macam lagu aja). Dia menolak diajak beristirahat barang sejenak, bahkan untuk sekadar minum air putih pun tidak. Dia ingin terus bermain dan bermain. Sejak sore hingga magrib telah berlalu, anakku masih saja sibuk bermain pasir-pasiran. Hingga kemudian aku kecolongan.

Jelang isya saat aku baru saja keluar dari toilet, dari kejauhan aku melihat si bocah sedang menuangkan air di dalam ember ke atas kepalanya. Alamak, kok bisa-bisanya dia mandi di kolam pancing mainan itu. Teman-temannya yang lain berkerumun sambil tertawa-tawa, merasa lucu dengan tingkah anakku yang sangat menikmati mengguyur dirinya sendiri. Padahal udara sangat dingin, airnya juga dingin, tapi dia tidak gentar sedikit pun. Pada saat itulah aku memutuskan untuk pulang saja. Sudah tidak benar ini.




Aku sangat menyukai suasana di Tibal Garden ini. Apalagi kalau duduk lesehan sembari beraktivitas seperti membaca, main game, atau sekadar ngobrol. Rasanya seperti sedang piknik bersama keluarga. Untuk berfoto-foto ria juga sangat seru karea dari sudut mana pun pengambilan foto itu dilakukan, hasilnya akan tetap cakep. 

Belum lagi ada banyak kaca yang bisa dijadikan tempat untuk mirror selfie. Dengan cuaca yang cerah, hasil foto pun sudah pasti jernih. Belum lagi untuk pembelian di atas 50k akan dapat free photo booth. Kalau mau dicetak sekalian juga bisa, hanya perlu menambah sebesar 10k.

Satu hal yang sangat menarik dari Tibal Garden adalah toiletnya yang menyediakan pembalut gratis jikalau saja ada yang tiba-tiba menstruasi atau ingin ganti pembalut tapi lupa membawa di tasnya. Di antara beberapa warung kopi yang pernah kudatangi, hanya ada satu tempat yang juga menyediakan pembalut di toiletnya. Dan ini sangat patut diapresiasi, lho, sebab kepekaan semacam itu tidak semua pihak bisa merasakannya. Apalagi untuk ikut andil dalam memfasilitasi.   

  • Newer

    Tibal Garden: Salah Satu Warung Kopi Paling Ramah Anak di Blitar

Post a Comment

0 Comments

Post a Comment (0)
3/related/default