Kau bisa liburan ke Jogja, tapi tidak berkunjung ke Warung Sastra, apa terasa lengkap?
Kalau dari arah UIN, kalian belok kanan saat di Tugu. Tidak jauh dari sana, nanti belok kiri tepat di seberang Hotel Tentrem. Paling mudahnya sih memang buka maps aja agar tidak kesasar.
Nah, kemarin saat di Jogja aku sempat berkunjung ke toko buku, kedai kopi, dan warung penyetan ini. Selain untuk jajan buku dan penyetan, aku juga ada janji untuk bertemu dengan salah satu sastrawan dan easis yang tulisannya amat kugemari.
Aku tiba sore hari. Suasana masih sangat tenang dan belum begitu banyak pengunjung. Hanya ada serombongan mahasiswa yang memang sejak tadi nongkrong. Mereka ikut bergabung, justru lebih duluan, mengelilingi sang sastrawan yang akan kutemui. Kami bercakap sederhana, memperkenalkan diri, lalu mereka pun berpamitan setelah sesi foto. Mereka pulang dengan membawa sejumlah buku yang baru saja dibeli.
Aku menghabiskan waktu di sini sekitar dua jam lebih sedikit. Setelah cukup bercakap dengan sastrawan idolaku, perut pun sudah kenyang dengan ayam penyetnya, aku masuk untuk mengajak pulang dua buku yang selama ini sudah masuk ke dalam WTB-ku.
Rasanya penuh sekali sekembalinya dari Warung Sastra, dalam segala hal.

.jpeg)

.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)
